Senin, 31 Juli 2017

Mengintip Singapura Dari Pantai Tanjung Pinggir, Batam


Kapal-kapal tanker tampak terapung tak bergerak, disebelahnya, sebuah kapal ferry melaju kencang menerabas angin, memecah ombak. Sementara dibelakangnya, siluet gedung-gedung pencakar langit tampak menjadi pembatas horizon sebuah laut yang sedang saya pandangi, sambil sesekali menyipitkan mata karena angin yang berhembus membawa serpihan-serpihan kecil pasir pantai membuat mata saya kelilipan.

Bayang-bayang gedung bertingkat dari seberang tampak mengintimidasi pulau kecil ini, walaupun sebenarnya gedung diseberang sana juga berdiri diatas pulau yang sama kecilnya. Namun jika posisinya saya balik, mungkin pemandangan yang terlihat dari seberang sana bukanlah siluet gedung bertingkat, melainkan gundukan hitam tak berbentuk. Sebuah perbedaan signifikan yang hanya dipisahkan oleh jarak sekian puluh kilometer. 

Siluet Singapura dari Pantai Tanjung Pinggir (Foto diambil dari sini, karena kamera hape saya tidak nyampe motret gedung-gedung diseberang, hehe)
Begitulah kiranya yang saya rasakan ketika melihat Kota Singapura dari Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam. Selain menawarkan pasir cokelat dan ombak yang tenang, Pantai Tanjung Pinggir juga menawarkan atraksi melihat siluet kota Singapura. 

Pantai ini cukup bagus, garis pantainya lumayan panjang dengan pasir yang berwarna putih kecoklatan. Pasirnya tampak halus, dan memang halus saat saya tapaki dengan kaki telanjang. Cukup bersih, hanya ada sedikit sampah plastik yang terlihat, mungkin dibuang sembarangan oleh 'monyet-monyet' nakal yang berkunjung kesini. Dibelakang garis pantai banyak tumbuh pohon-pohon rindang yang bisa digunakan sebagai peneduh dikala matahari terlalu menyengat panasnya. 


Saya menyusuri garis pantai dari timur ke barat. Pasir cokelat yang halus perlahan berganti menjadi batu karang cokelat yang kasar dan tajam. kaki telanjang saya sekarang tidak telanjang lagi, takut kesuciannya terenggut oleh karang-karang yang tampak horny. Menyusuri jalanan berkarang ini menghantarkan saya pada sebuah hutan mangrove yang dipisahkan oleh selat kecil, mustahil untuk menyeberanginya maka saya balik lagi ke pantai. 

Warung dibawah sebuah pohon besar yang teduh mendadak menjadi tempat favorit saya di pantai ini. Air es kelapa muda membasahi kerongkongan saya yang sedari tadi kehausan karena lupa tidak membawa air minum. Tidak banyak pengunjung sore ini, hanya ada beberapa keluarga dan pasangan muda-mudi yang tampak mewarnai background cokelat Pantai Tanjung Pinggir. Oya, Pantai Tanjung Pinggir juga aman untuk mandi-mandi manja karena ombaknya kecil dan laut pantainya dangkal, tapi jangan berenang terlalu jauh lho!


Overall, Pantai Tanjung Pinggir worthed untuk dikunjungi saat anda berlibur ke Batam, terutama bila anda arrived dari Pelabuhan Sekupang. Jarak dari Pelabuhan Sekupang ke Pantai Tanjung Pinggir hanya sekitar 5 km. Disekitar pantai juga terdapat beberapa resort yang siap memanjakan liburan anda di Batam. Selamat berlibur!

-xxx-

Boleh banget buat mandi-mandi manja, tapi jangan jauh-jauh ya.


Pohon horizontal ini menjadi spot foto paling hits di Pantai Tanjung Pinggir, Batam.

Hutan mangrove yang tengah terendam air pasang.

Piknik beneran nih, gelar tiker, bawa makanan sendiri dan menikmati indahnya Pantai Tanjung Pinggir bersama keluarga tercinta.

Jalan Masuk ke pantai Tanjung Pinggir, Batam.