Friday, January 8, 2016

Jalan-Jalan Sore di Desa Wisata Limbasari Purbalingga


Masih saja belum habis wisata yang ada di Purbalingga. Purbalingga mempunyai banyak sekali obyek wisata, dari wahana wisata buatan, beberapa spot untuk rafting, puluhan air terjun, dan puluhan lokasi tracking bukit yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Tidak mengherankan, karena Purbalingga mempunyai letak geografis pegunungan terutama di daerah utara.

Mumpung lagi mudik, saya coba-coba nyari hestek Instagram dan hasilnya waoww…banyak sekali tempat yang ajiib yang harus dikunjungi di Purbalingga. Kemarin sore saya sempatkan waktu untuk mengunjungi Desa Limbasari di Kecamatan Bobotsari Purbalingga. Desa Limbasari menyuguhkan Panorama Perbukitan yang berjejer dan juga sungai klawing dengan batu-batu besar yang eksotis. 

Perjalanan dari kota Purbalingga menuju Limbasari ditempuh dengan waktu 30 menit mengendarai supra butut saya. Cara menuju kesana cukup mudah. Jadi kalau dari arah Purbalingga terus ikuti jalan utama menuju Bobotsari. Sesampainya di Bobotsari ikuti jalan menuju Kec. Karangreja / Pemalang. Sekitar 10 menit nanti di kanan jalan ada plang DESA WISATA LIMBASARI. Dari situ masuk masih sekitar 10 menit. Kalau bingung tanya saja dengan penduduk sekitar.



Memasuki Limbasari saya disuguhi pemandangan perbukitan berkabut yang eksotis. Saya sempatkan foto-foto dulu sebelum cahaya mentari meredup. Karena sendirian jadi harus menggunakan tripod dan timer untuk memotret diri sendiri, alhasil saya jadi pusat perhatian warga sekitar yang lalu lalang di sepanjang jalan. 

Ada papan petunjuk yang menjelaskan atraksi wisata di Desa Wisata Limbasari namun tidak jelas sama sekali arah dan tujuannya. Hanya sebuah papan bertuliskan list atraksi wisata saja, tanpa petunjuk arah maupun kontak telepon yang bisa dihubungi. Hasilnya sayapun kebingungan dan harus tanya sana-sini.


Sayang sekali sesampainya di Sungai Klawing kondisi tidak seperti yang saya bayangkan saat melihat di Instagram, air sungai membludak berwarna coklat sampai menutupi batu-batu besar tersebut dikarenakan habis hujan deras. Yah saya hanya bisa gigit jari dan merenungi nasib karena belum berkesempatan melihat sungai berbatu nan eksotis itu.

River Tubing di Sungai Klawing (Gambar limbasaripatrawisapbg.blogspot.co.id)
Dengan kecewa saya balik dan menuju destinasi selanjutnya yaitu Curug Sumba yang menurut perkiraan saya juga airnya membludak kecoklatan, tapi tidak apa, itung-itung survey lokasi. Curug Sumba berlokasi tidak jauh dari Desa Wisata Limbasari yakni di Desa Tlahab Kidul.Tepatnya  sekitar 500m sebelum plang Desa Wisata Limbasari. 

Jalan menuju curug berada tepat di pinggir jalan Bobotsari-Karangreja diapit persawahan dan berupa jalan kecil berbatu yang hanya muat untuk satu mobil saja. Motor saya parkirkan disebelah jembatan dan saya haru berjalan kaki menuruni pematang sawah sekitar 5 menit. 

Curug Sumba ini terkenal dengan airnya yang jernih dan memantulkan warna hijau-biru. Namun seperti yang sudah diduga, sungainya banjir. Setelah mendokumentasikannya, saya pun pulang dengan galau..hahaha. Mungkin besok lagi jika cuaca tidak hujan saya akan kesini lagi untuk menagih janji. Akhirnya saya berhasil menuju curug Sumba ketika surut / tidak banjir! ceritanay ada disini Air terjun Eksotis Curug Sumba Purbalingga



Berikut merupakan Foto Jika Kondisi cerah dan tidak hujan, keren loh!

Kali klawing di Desa Limbasari jika debit air kecil (photo credit : @sexsoii )

Curug Sumba jika debit air kecil dan tidak banjir ( photo credit : @ntasya )