Rabu, 25 Maret 2015

Pantai Kawona, Pantai Perawan Yang Sunyi Senyap di Sumba Barat Daya


Rangkaian Cerita di Sumba...


Siang itu, matahari di atas kepalaku bersinar dengan sangat sombong dan angkuh. Panasnya sungguh membuatku  gerah, tapi tidak lebih gerah dari gerahnya masyarakat terhadap para wakilnya. Es Buah di seberang rumah Pak Camat memanggil-manggil namaku. Udara di Nusa Tengggara Timur memang sangat panas, hal ini dikarenakan letak dan kondisi geografisnya membuat angin yang bertiup di daratan NTT adalah angin panas. 

Sekarang saya berada di Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya. Kecamatan yang akhir-akhir ini baru saja mekar, dan sedikit membuat saya bingung. Hari ini tujuan saya adalah pergi ke pantai, menyejukkan pikiran dari penatnya kerjaan editing quesioner yang begitu banyak. Salah satu cara berwisata gratis adalah dengan mengikuti beberapa proyek survey seperti yang aku lakukan ini, sudah gratis, dibayar pula.

Selasa, 17 Maret 2015

Bromo, Sebuah Keagungan Mentari Sang Brahma


Bromo, sudah lama saya mendengar cerita dari teman-teman yang pernah melancong kesana. Kata mereka Bromo itu indah dan menakjubkan, terutama saat sunrise. Akhirnya saya terinisiasi. Segera saya browsing di internet tentang Bromo di beberapa blog dan milis-milis traveling. Nama Bromo berasal dari bahasa sansekerta yaitu Brahma, salah satu dewa utama Hindu. 

Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini dan mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut , meliputi empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. 

Baca : Backpackeran di Kota Hujan, Malang

 Saya bersama tiga orang teman sepakat berangkat ke Bromo melalui Malang dengan naik kereta api Matarmaja dari Solo. Saya sempat singgah dulu sambil jalan-jalan di Malang selama satu hari. Esoknya pukul sembilan pagi saya berangkat ke Bromo dari Malang naik bus ke Probolinggo, tarifnya cukup murah, hanya Rp. 12.000 dengan lama perjalanan kurang lebih tiga jam.

Selasa, 10 Maret 2015

Backpackeran di Kota Hujan, Malang


Lempuyangan, stasiun nomor dua setelah stasiun Tugu, Yogyakarta. Kereta Prameks menuju staasiun Balapan, Solo sudah tiba. Waktu tempuh dari Lempuyangan ke Balapan sekitar satu jam, dan saya selama itu harus berdiri, karena sistemnya untung-untungan, yang dapat kursi ya bisa duduk, yang tidak dapat ya terpaksa berdiri. Dari stasiun Balapan saya dan ketiga teman saya harus berjalan sejauh kurang lebih 3 km menuju stasiun Jebres dengan bejalan kaki sambil menikmati keindahan kota Solo di malam hari. 

Sepanjang jalan, saya harus jalan di pinggir jalan utama karena tidak terdapat sedikitpun trotoar. Tampaknya pemerintah kota Solo tidak melirik bahkan secuil pun kenyamanan para pejalan kaki. Saya sampai di stasiun jebres pukul delapan malam, sedangkan kereta Matarmaja baru sampai pukul satu dini hari. Alhasil kami berempat harus menunggu selama empat jam, belum lagi kereta juga terlambat satu jam dari jadwal yang sudah tertera di tiket.

Senin, 09 Maret 2015

Senin, 02 Maret 2015

Merlion Park, Tempat Paling Iconic di Singapore


Apa yang sangat wajib dikunjungi bila pergi ke Singapore? Singapore sangat sangat sangat identik dengan patung singa berbadan ikan yang meumuncratkan air dari mulutnya. Patung tersebut bernama Merlion ( "Mer" berarti Laut, "Lion" berarti Singa). Badannya yang berupa ikan melambangkan asal mula Singapore yang dulu bernama Temasek sebagai sebuah desa nelayan. Sementara kepalanya yang berupa Singa melambangkan nama dari Singapura, yang berarti "Kota Singa".


Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Merlion adalah pada sore hari. Karena bila kesini siang hari bakalan panas banget karena ngga ada atapnya. Selain itu, saat langit sudah mulai gelap, lampu-lampu ajaib dinyalakan, terutama lampu pada Marina Bay Sands yang menyala warna-warni membuat suasana semakin Gorgeous!. Saya kesini pada sore hari naik bus turun di depan Esplanade, Sebuah gedung yang mirip durian. Disekelilingnya merupakan taman yang asri tempat warga Singapore menghabiskan sore hari dengan berolahraga, senam, yoga, dan ngobrol. 

Esplanade, Gedung Durian.
Merlion Park dan Esplanade dipisahkan oleh sungai yang muaranya berada di Merlion Park itu sendiri. Sungainya jangan dibayangkan seperti sungai-sungai di Jakarta yah. Sungai di Singapore itu luar biasa jernih, lebar dan asik buat ngopi dipinggiran saat sore hari sambil ngeliatin amoy-amoy pada joging. Tempat ngopinya bernama Clarke Quay, cukup jalan kaki 20 menit dari Merlion. Dibelakang Merlion ada sebuah bangunan bergaya Eropa bernama Fullerton Hotel, sebuah hotel legendaris di Singapore tempatnya para birokrat elit mengistirahatkan diri. Tak jauh dari Fullerton, sekitar lima menit jalan kaki ada Museum of Asian Civilization.

Fullerton Hotel
Seperti biasa, di Merlion sudah banyak orang dengan kameranya mulai jeprat-jepret sana-sini, termasuk saya. Hari mulai gelap, lampu-lampu mulai dinyalakan, wisatawan semakin ramai. Seperti gembel, saya duduk di sebuah undakan sambil melihat antusiasme wisatawan. Lampu yang berwarna-warni itu tidak menurutkan kesepian saya sebagai solo traveler. Disebuah negeri asing, sendirian tiada yang menemani. Apalagi disebelah saya ikut duduk pasangan kekasih yang dengan khidmatnya berpelukan satu sama lain, hiks. Setelah puas dengan Merlion Park, dengan langkah gontai kesepian (duh, kesannya kok kasihan banget yah) saya memutuskan untuk ngopi-ngopi manja di Clarke Quay, sendirian! 😂😂😂😂