Selasa, 24 Februari 2015

Backpacker - Mentari Sang Brahma, Bromo


Bromo, sudah lama saya mendengar cerita dari teman-teman yang pernah melancong kesana. Kata mereka Bromo itu indah dan menakjubkan, terutama saat sunrise. Akhirnya saya terinisiasi. Segera saya browsing di internet tentang Bromo di beberapa blog dan milis-milis traveling. Nama Bromo berasal dari bahasa sansekerta yaitu Brahma, salah satu dewa utama Hindu. Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini dan mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut , meliputi empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Akhirnya saya bersama tiga orang teman sepakat berangkat ke Bromo melalui Malang dengan naik kereta api Matarmaja dari Solo. Saya sempat singgah dulu sambil jalan-jalan di Malang selama satu hari. Esoknya pukul sembilan pagi saya berangkat ke Bromo dari Malang naik bus ke Probolinggo, tarifnya cukup murah, hanya Rp. 12.000 dengan lama perjalanan kurang lebih tiga jam.

Kamis, 19 Februari 2015

Backpacking - Kota Hujan, Malang



10 Februari 2012, Kota Malang 

Lempuyangan, stasiun nomor dua setelah stasiun Tugu, Yogyakarta. Kereta Prameks menuju staasiun Balapan, Solo sudah tiba. Waktu tempuh dari Lempuyangan ke Balapan sekitar satu jam, dan saya selama itu harus berdiri, karena sistemnya untung-untungan, yang dapat kursi ya bisa duduk, yang tidak dapat ya terpaksa berdiri. Dari stasiun Balapan saya dan ketiga teman saya harus berjalan sejauh kurang lebih 3 km menuju stasiun Jebres dengan bejalan kaki sambil menikmati keindahan kota Solo di malam hari. Sepanjang jalan, saya harus jalan di pinggir jalan utama karena tidak terdapat sedikitpun trotoar. Tampaknya pemerintah kota Solo tidak melirik bahkan secuil pun kenyamanan para pejalan kaki. Saya sampai di stasiun jebres pukul delapan malam, sedangkan kereta Matarmaja baru sampai pukul satu dini hari. Alhasil kami berempat harus menunggu selama empat jam, belum lagi kereta juga terlambat satu jam dari jadwal yang sudah tertera di tiket.

Perjalanan dari Solo menuju Malang perlu waktu sekitar tujuh jam. Karena kereta yang saya naiki ini merupakan kereta ekonomi, jadi banyak pedagang-pedagang asongan yang berseliweran menjual berbagai makanan kecil, dan minuman-minuman seperti kopi, teh, dll. Walaupun pedagang asongan sempat dilarang peredarannya, namun mereka masih saja berjualan. Saya tidak merasa terganggu dengan adanya para pedagang asongan ini, justru menurut saya mereka sangat membantu. Bayangkan bila kita tidak membawa bekal makanan selama tujuh jam perjalanan ini tanpa adanya pedagang asongan. Padahal mungkin saat itu kita haus, lapar, dan mungkin ingin sekedar ngopi. Pedagang asonganlah solusinya. 

Rabu, 11 Februari 2015

Singapore, One Day Trip Untuk Newbie World Traveler


Singapore, siapa sih yang tidak tau negara tetangga dengan ukuran yang mini ini? Yup, siluet negara ini sudah terlihat jelas dari tepian Harbour Bay Batam. Singapura merupakan negara dimana biasanya para traveler ataupun backpacker dari Indonesia mencoba melangkahkan kakinya ke luar negeri untuk pertama kali. Bisa disebut juga sebagai negara pertama bagi para newbie world traveler dari Indonesia, termasuk saya. Salah satu faktornya adalah selain jaraknya yang dekat, banyaknya tiket penerbangan promo Indonesia-Singapura yang disediakan oleh beberapa maskapai penerbangan seperti AirAsia, Mandala, dll. Harganya kalau promo tidak sampai Rp. 500.000, bahkan teman saya ada yang pernah mendapatkannya seharga Rp. 99.000 hanya sebagai gantai biaya avtur saja.