Monday, March 2, 2015

Merlion Park, Tempat Paling Iconic di Singapore


Apa yang sangat wajib dikunjungi bila pergi ke Singapore? Singapore sangat sangat sangat identik dengan patung singa berbadan ikan yang meumuncratkan air dari mulutnya. Patung tersebut bernama Merlion ( "Mer" berarti Laut, "Lion" berarti Singa). Badannya yang berupa ikan melambangkan asal mula Singapore yang dulu bernama Temasek sebagai sebuah desa nelayan. Sementara kepalanya yang berupa Singa melambangkan nama dari Singapura, yang berarti "Kota Singa".


Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Merlion adalah pada sore hari. Karena bila kesini siang hari bakalan panas banget karena ngga ada atapnya. Selain itu, saat langit sudah mulai gelap, lampu-lampu ajaib dinyalakan, terutama lampu pada Marina Bay Sands yang menyala warna-warni membuat suasana semakin Gorgeous!. Saya kesini pada sore hari naik bus turun di depan Esplanade, Sebuah gedung yang mirip durian. Disekelilingnya merupakan taman yang asri tempat warga Singapore menghabiskan sore hari dengan berolahraga, senam, yoga, dan ngobrol. 

Esplanade, Gedung Durian.
Merlion Park dan Esplanade dipisahkan oleh sungai yang muaranya berada di Merlion Park itu sendiri. Sungainya jangan dibayangkan seperti sungai-sungai di Jakarta yah. Sungai di Singapore itu luar biasa jernih, lebar dan asik buat ngopi dipinggiran saat sore hari sambil ngeliatin amoy-amoy pada joging. Tempat ngopinya bernama Clarke Quay, cukup jalan kaki 20 menit dari Merlion. Dibelakang Merlion ada sebuah bangunan bergaya Eropa bernama Fullerton Hotel, sebuah hotel legendaris di Singapore tempatnya para birokrat elit mengistirahatkan diri. Tak jauh dari Fullerton, sekitar lima menit jalan kaki ada Museum of Asian Civilization.

Fullerton Hotel
Seperti biasa, di Merlion sudah banyak orang dengan kameranya mulai jeprat-jepret sana-sini, termasuk saya. Hari mulai gelap, lampu-lampu mulai dinyalakan, wisatawan semakin ramai. Seperti gembel, saya duduk di sebuah undakan sambil melihat antusiasme wisatawan. Lampu yang berwarna-warni itu tidak menurutkan kesepian saya sebagai solo traveler. Disebuah negeri asing, sendirian tiada yang menemani. Apalagi disebelah saya ikut duduk pasangan kekasih yang dengan khidmatnya berpelukan satu sama lain, hiks. Setelah puas dengan Merlion Park, dengan langkah gontai kesepian (duh, kesannya kok kasihan banget yah) saya memutuskan untuk ngopi-ngopi manja di Clarke Quay, sendirian! 😂😂😂😂