Selasa, 29 April 2014

Singgah di Rumah Kopi OBAMB



 Well sore tadi saya sempat mampir ke kota Purwokerto dengan tujuan pertama yaitu bersilaturahmi ke tempat teman saya, e teman saya ngajak ngopi-ngopi di salah satu  warung kopi, namanya Rumah Kopi OBAMB, teman saya akhirnya terdampar di jln brigjend encung no 9 Purwokerto, lokalisasi, eh maksudnya lokasi bersemayamnya Rumah Kopi Obamb ini, kalo dari arah Unsoed tuh lurus terus sampai pertigaan lapangan belok kanan, terus kanan lagi terus belok kiri, nanti di kanan jalan akan nampak sebuah ruko yang didepan-nya nampak kursi dan meja dari kayu gelondongan,hehe. Berhubung kunjungan ini bersifat mendadak jadi saya tidak sempat membawa kamera, jadi di posting ini saya pasang fotonya dari akun facebook-nya OBAMB sendiri, :-P. So, mari kita lihat ada apa saja didalamnya...

Minggu, 27 April 2014

Stop Pamer Merk! Saatnya Membuat Outdoor Gear Sendiri


Saya sempat prihatin melihat fenomena di dunia pendakian dan backpacking beberapa tahun belakangan ini. Kenapa? Karena kok sepertinya menjadi sebuah ajang pamer yang bergengsi. Baik di alam maupun di sosmed, ramai-ramai memamerkan alat-alat outdoornya yang mahal dan bermerek. Bahkan yang bekasan alias awul-awul sisa impor juga laku keras, terutama yang bermerek (termasuk saya, :P). Upload foto di depan tenda berlogo daun. Upload foto lagi masak pake kompor keren. Upload lagi kedinginan pake jaket logo fosil burung purba, dll. Bahkan di lapangan juga jarang sekali sekarang saya lihat yang pake gear seadanya , kecuali yang masih cupu.

SURVIVAL : Perencanaan Survival Kit


Perencanaan survival itu merupakan sebuah kesadaran bahwa mungkin sesuatu dapat terjadi dan menempatkan kita pada situasi dimana kita harus bertahan hidup. Hal ini dapat terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Dengan mengantisipasi dan membuat rencana survival, berarti kita sudah mencuri start dalam mempertahankan nyawa kita. Merencanakan survival berarti adalah persiapan. Persiapan berarti menyiapkan alat-alat survival yang dibutuhkan dan tahu bagaimana menggunakannya.

Sabtu, 26 April 2014

SURVIVAL : Yang Harus Dilakukan Jika Tersesat atau Terdampar


Beberapa waktu lalu berita-berita di televisi maupun surat kabar dan media online ramai dengan kasus pendaki hilang dan juga orang-orang yang terdampar karena kecelakaan kendaraan transportasi. Apa perbedaan antara tersesat dan terdampar? Tersesat itu jika kita tidak tau dimana kita berada dan tidak tau arah mana yang akan dituju, sedangkan terdampar itu kita tau sedang berada dimana tapi orang lain tidak tau. Tidak ada salahnya jika kita ikut waspada untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi pada kita. Sebenarnya, apa yang harus dilakukan sih jika kita tersesat? terutama di alam liar?  Menurut sebagian besar buku survival, tim SAR, website, dll, Ada beberapa tips dan peraturan yang harus kita ikuti dalam permainan "petak umpet" ini...

Minggu, 13 April 2014

Reminder : Ekspedisi Merapi 1/08/2009 Part II

........sambungan posting sebelumnya (Ekspedisi Merapi Part I)


-1st day,”reunion”, 22:30,01/08/2009

Setelah melewati berbagai rintangan menuju kebarat(jiiaahh,emangnya sun gokong??).Yaph,akhirnya kami ambil jalur yang kanan dan berharap kembali ke jalur regular.Sekitar 15menit melewati jalan yang juga bersemak belukar, Kami melihat ada sekitar 3 sorotan lampu senter,kami bergegas menuju arah lampu tersebut.Dan ternyata eh ternyata itu adalah kelompok tiga yang dipandu oleh mas ardhi.Hahahaha…akhirnya kami ketemu juga dengan rekan-rekan yang lain.Tapi apakah mereka jalannya benar atau juga tersesat,namun kalaupun tersesat itu agak tidak mungkin,masa kelompok tiga mendahului kami?.Dan ternyata memang benar,jalannya sudah ke jalur regular!!!hhahaha..asik brur!.Kami beristirahat disitu tepatnya di persimpangan juga.Banyak batu-batu besar disitu dan amat berdebu!.Karena banyak cahaya senter,amat kelihatan bahwa badan kami semua benar-benar kotor Karena debu,mungkin karena cuaca yang terang jadi tanahnya berdebu.Selang sepuluh menit kami melihat sorotan lampu senter yang ternyata itu adalah kelompok dua.Yah akhirnya kami bereuni juga dengan teman-teman.

Kami lanjutkan lagi perjalanan kami,Jalurnya semakin menanjak dan berganti menjadi jalan kerikil dan batu.Badan benar-benar terasa pegal,apalagi bahu saya.Singkatnya sekitar jam dua belas malam kami sampai di pos kedua.Sebenarnya kami berniat mendirikan tenda di pasar bubrah,karena disitu keadaanya sangat mendukung untuk mendirikan tenda,tanah datar yang luas dan dikelilingi tebing-tebing batu akan menolak semua hembusan angin dingin yang amat menusuk tulang.pasar bubrah sendiri
yaitu
bukit gunung sebelum menuju ke puncak merapi yang disitu juga pemandangannya sangat indah dan biasanya yang tidak kuat lagi nai ke puncak hanya sampai disitu saja,karena suasananya sudah seperti dipuncak.maka disebut puncak pertama.Namun karena rekan-rekan sudah pada kecapaian jadi terpaksanya kami mendirikan tenda di pos 2.


Akhirnya kami mendirikan tenda di pos dua yang merupakan igir gunung/tulang belakang gunung.Tempatnya sangat sempit dan di kanan kirinya adalah jurang.Disitu angin menerpa kami dengan amat kencang,sampai-sampai kami

Minggu, 06 April 2014

Reminder : Ekspedisi Merapi, 01/08/2009 Part I



Ini hanyalah cerita lama ketika saya masih awal-awal kuliah, sekitar tahun 2019. Sebuah reminder dikala Puncak Garuda masih berdiri kokoh sebelum hancur karena Gunung Merapi meletus pada 2010. Kalimat tidak saya edit ulang, masih sangat terlihat ke-alayannya, hehe

well yeahh...friends..beberapa waktu yang lalu waktu tepatnya saya lupa tapi kemungkinan sekitar tanggal 1 agustus kemarin.Saya dan kawan-kawan geografer mengadakan ekspedisi menuju puncak gunung merapi,yogyakarta,untuk memandu kawan-kawan dari kemangga(kesatuan mahasiswa purbalingga) yang akan mengadakan pendakian ke puncak merapi dengan jumlah keseluruhan sekitar 40 orang,dan sekitar lima belasnya perempuan.Perjalanan tersebut sudah seperti perjalanan wisata saja,mengingat pendaki yang banyak dan tidak hanya berasal dari rombongan kami. Here the story..