Minggu, 23 Februari 2014

Menelusuri Kearifan Lokal Masyarakat Baduy Dalam, Desa Kanekes

Sebenarnya ini cerita sudah agak lama, bulan juni 2011 lalu, cuma baru sempet post sekarang ini :-).

Abenx Sagara - Perjalanan diawali dari Yogyakarta langsung langsung menuju Banten, tepatnya di Leuwidamar, Kabupaten Lebak, melewati jalur selatan. Dari kota Lebak kami langsung menuju ke desa Kanekes melewati perbukitan dengan lama perjalanan sekitar dua setengah jam. Jalan yang kami lewati memang sudah di aspal, namun bolong-bolong di kanan-kirinya bahkan tengah, jadi roda mobil kami agak terseok-seok. Dua setengah jam perjalanan ini benar-benar menguras tenaga ditambah 2sembilan belas jam perjalanan dari Yogyakarta sebelumnya. Namun perjalanan menuju ke kampung suku Baduy ini cukup menyenangkan, karena setiap kali berpapasan dengan anak-anak pasti mereka melambai-lambaikan tangannya kearah kami dengan senyuman polos khas anak-anak pedesaan.

Patung satu keluarga suku Baduy dengan baju tradisionalnya yang khas menyambut kami dengan lambaian tangannya. Bapak dan ibu ditengah sementara kedua anaknya laki-laki dan perempuan disampingnya, mengingatkan saya pada logo Keluarga Berencana. Patung tersebut berdiri menyambut di tengah terminal kecil dan sederhana ini.Toko-toko souvenir dan kerajinan khas Baduy berderetan mengelilingi terminal ini yang juga sebagai pintu masuk sebelum menuju ke kampung Baduy. Bahkan minimarket Alfamart juga ada disini, sungguh hebat. Mengingat letaknya jauh dari hingar bingar kota bahkan bisa disebut pelosok.

Rabu, 19 Februari 2014

Cara membuat secangkir Cappuccino sederhana

Artikel oleh : Abenx Sagara

Sore ini, saatnya melakukan kebiasaan evening coffee bagi saya. Menikmati kopi dipagi hari sambil baca koran dan menghisap rokok, betapa nikmat hidup ini.



Tapi, sore ini saya tidak begitu ingin kopi hitam yang strong, ingin menikmati kopi yang smooth-smooth saja, ga begitu strong rasanya. Dan salah satu yang memenuhi persyaratan tersebut adalah Cappuccino. Tapi berhubung saya lagi kere-hore alias ga punya uang, alias tanggal tua (bagiku setiap hari merupakan tanggal tua,huahaha), jadi saya ingin menikmati cappuccino namun tanpa pergi ke Coffehouse. Setelah saya buka-buka beberapa buku tentang kopi di rak buku saya, akhirnya saya menemukan suatu cara membuat Cappuccino sederhana tanpa espresso maker dan steamer. Mau tau caranya? let's check this out!

Selasa, 11 Februari 2014

Tips Menjadi Seorang Travel Writer




Saya akhir-akhir ini sedang berminat untuk menekuni hobi travelling, selain mengasyikan, tentu saja menambah pengalaman dan kenalan baru. Eits..bukan itu saja, selain hal-hal yang telah saya sebutkan tadi, ternyata ada beberapa keuntungan jika kita hobi traveling, yaitu menjadi Travel Writer. Apa itu Travel Writer dan bagaimana caranya? Tadi saya sempat googling dan akhirnya menemukan postingan di jadiberita.com ;

1.Apa Keistimewaan Travel Writer?
Traver writer adalah pekerjaan impian yang bikin orang lain iri. Sebab seorang travel writer terhindar dari membosan: duduk di belakang  meja selama 8 jam sehari. Berkutan dengan belenggu rutinitas.
Inilah alasan mengapa Anda sebaiknya menjadi travel writer:

Cara Membuat Kopi Tubruk Yang Nikmat

 Artikel oleh : Abenx Sagara

Karena saya sangat suka minum kopi (kaya mbah Surip ya?), jadi mari sekarang akan saya bahas bagaimana cara membuat kopi ala Barista Abeng Sagara ini.

Oke,pertama-tama yang harus kita lakukan adalah menyiapkan kopinya dahulu, >>diutamakan kopinya yang baru dibuka dari wadah/bungkusnya, karena semakin lama kopi itu terbuka, maka kualitas kopi semakin berkurang, karena udara yang masuk akan membuat kualitas kopi menurun<<.


Kedua siapkan cangkir biasa, dengan ukuran normalnya cangkir (soale saya tidak tau ukuran mililiternya,hehe), lalu masukan kopi satu sendok makan munjung/penuh/full.>>perlu diingat, jangan memasukkan gula setelah kopi/ diatas kopi karena nanti kopinya tidak akan terseduh dengan maksimal dan mengurangi cita rasanya<<



Ketiga, Tuangkan

Rabu, 05 Februari 2014

Teori dalam The Da Vinci Code yang menggugah iman!

P.S Artikel ini dibuat BUKAN untuk tujuan offense pada salah satu pihak, melainkan hanya sebagai pengayaan, serta pengulasan ulang teori yang ada pada buku The Da Vinci Code oleh Dan Brown
 Artikel oleh Abenx Sagara 


       Malam ini saya berdiskusi dengan saudara Bramantya Wahyu Jatmiko. Mendiskusikan berbagai hal, dari Agama, Teroris, Osama bin Laden, Amerika, kode-kode Leonardo Da Vinci, dan masih banyak yang lainnya.

           Namun yang akan saya bahas disini adalah diskusi kami tentang  kode-kode dari Da Vinci (The Da Vinci Code), diskusi ini didasarkan pada novel & film best seller dengan judul yang sama, dan benar-benar menggugah iman. Pertanyaan dari saudara Bram adalah, "Sebenarnya, apa itu kode-kode Da Vinci? bukankah itu hanya berisi ramalan-ramalan yang tak masuk akal?". "Itu salah besar saudara Bram, Da Vinci code bukan berupa ramalan, itu berupa kode-kode untuk membuka tabir rahasia tentang sesuatu dalam agama Nasrani, suatu rahasia yang sangat besar!, saudara Bram, anda tidak pernah membaca novelnya atau melihat filmnya bukan?", balas saya.

          Ya, The Da Vinci code merupakan sebuah novel/film karya Dan Brown yang terbit sekitar tahun 2005/2006 lalu (sudah agak lama memang) yang mengisahkan tentang rahasia-rahasia Holy Grail (Cawan Suci) dalam agama Nasrani. Namun Sesungguhnya Holy Grail dalam Rahasia Da Vinci bukanlah sebuah sesuatu, melainkan seseorang. Ya, Grail disini bukanlah cawan, melainkan sebuah metafora (simbolisasi) seorang perempuan. Dalam simbol-simbol kuno, bentuk cawan atau 'V', adalah simbol untuk seorang perempuan (yoni), sedangkan bentuk V terbalik atau '^' merupakan simbol laki-laki (lingga). Cawan disini merujuk pada sosok perempuan.

Siapakah Perempuan itu?

Minggu, 02 Februari 2014

Photo Essay : Minggu Pagi Di Purbalingga


Abenx Sagara- Warga Purbalingga di kala minggu pagi yang cerah pasti akan berbondong-bondong menuju ke dua tempat ini, yaitu Stadion Gelora Goentoer Darjono dan Alun-alun kota. Karena di kedua tempat ini pada minggu pagi menjadi pusatnya kegiatan olahraganya Purbalingga. Dari balita sampai yang tua renta pasti akan datang kedua tempat tersebut untuk berjogging, jalan-jalan, senam, basket, maupun sekedar menikmati bubur ayam anget langganan. Berikut ini beberapa foto husil hunting saya minggu pagi tadi.