Minggu, 13 April 2014

Pendakian Gunung Merapi: Menggapai Puncak Garuda


Day 2: Puncak Garuda, Here I Come! - 05:00

Lanjutan dari Pendakian Gunung Merapi: Tersesat di Jalur Kartini

Capeknya dan hangatnya batu bara membuat tidur saya cukup lelap. Subuh, tiba-tiba serasa ada tangan lembut yang menyentuh pipiku, seakan ingin membangunkanku dai tidur pulas. Ah senangnya, di pagi yang dingin seperti ini saya dibangunkan oleh sentuhan lembut wanita idaman. Angan itu seketika lenyap karena ternyata itu bukanlah tangan lembut, melainkan kaki teman saya yang nempel di pipi. Sedih. 

Saya terbangun dan melihat handphone yang mendadak jadi sedingin es menunjukan pukul setengah lima. Teman saya yang lain terlihat sudah ada yang berangkat ke puncak. Sebagian lainnya masih meringkuk nikmat di atas matras. Kami, terutama cowok tidur tanpa tenda. Karena masih ngantuk, saya tetap dalam posisi tiduran sambil ikut meringkuk. 

Saat pikiranku sedang mengembara entah kemana, Anna, teman satu kelasku yang menurutku berparas dan berperawakan cukup 'menarik' mengajak saya untuk segera menyusul rombongan yang sudah berangkat duluan ke pasar bubrah. Dia tampak sudah segar dan siap bertempur. Rambutnya pendek model bob, mengenakan jumper distro warna hijau. Dia satu-satunya cewek tomboy di kelasku. 

Foto bersama Anna. Sumpah deh, kami tidak ada hubungan apa-apa kok.
Setelah membasahi muka dengan segenggam air, saya segera mengemasi barang-barang yang diperlukan. Sleeping bag, dan semacamnya saya tinggal untuk mengurangi beban. Toh tidak di pakai ketika summit attack. Ada beberapa bule yang lewat di depan saya. Waktu itu tempat camping kami berada di jalur pendakian, dan itu salah! jangan di tiru ya. Herannya, bule-bule itu hanya memakai t-shirt, celana pendek dan sebuah tas ransel kecil saja. Mungkin suhu sejuk begini bagi mereka masih terasa hangat yah?


Baca juga Kumpulan Tips-Tips Mendaki Gunung Biar Ngga Kewalahan Seperti Saya

Matahari sudah mulai bersinar dan mengeluarkan semburat kemerahan. Saya dan Anna mulai berjalan, di ikuti oleh beberapa teman yang memang sudah bersiap-siap sebelumnya. Saya menyusuri jalan sempit sepanjang igir. Jalannya terbuka dan berada di ketinggian sehingga kami bisa melihat pemandangan dibawah walaupun masih agak gelap. Gerombolan awan tampak sangat dekat di bawah kami, seperti sekumpulan kapas-kapas putih. Ah andaikan awan itu bersifat padat, ingin rasanya saya melompat ke awan tersebut.



Mulai mendaki tumpukan batu di depan pasar bubrah.
Sekitar setengah jam perjalanan di temani sunrise melewati jalan berbatu yang cukup datar saya sampai di pasar bubrah. Disini terdapat prasasti-prasasti dan monumen untuk mengenang rekan-rekan pendaki yang wafat dalam pendakian merapi. Di pasar bubrah sudah ada banyak orang. Sekitartiga puluh persennya adalah orang-orang bule. Beberapa merupakan pendaki dari India dan Jepang. 

Saya berhenti sejenak di pasar bubrah untuk melihat pemandangan yang amat mengagumkan, epic! Benar-benar Tuhan itu maha sempurna dan maha pencipta segalanya. Pemandangan di sebelah kanan saya adalah Gunung Merbabu yang dikelilingi awan yang benar-benar indah. Sayang saya tidak sempat melihat sunrise karena telat naik. Saya merasa seperti berada di negeri kahyangan. Di pasar bubrah sendiri ada sekitar tiga tenda. Setelah selesai foto-foto, saya melanjutkan Pendakian Puncak Gunung Merapi.


Saat mendongak ke atas, pemanangan seperti ini bakal membuat down siapa saja.
Sebelum sampai di puncak, saya harus mendaki tumpukan batu-batu vulkanis yang memebtuk sebuah gunung kecil dari batu dimana di balik itu adalah puncak sekaligus kawah Gunung Merapi. Pendakian lumayan sulit karena harus pandai-pandai memilih pijakan yang tepat, kalau salah bisa fatal akibatnya. Kenapa? karena sepanjang jalur adalah batu hidup - batu yang tidak setabil dan rawan longsor / jatuh sehingga bisa membuat kita terpeleset atau mengenai pendaki di bawah kita. Satu jam setengah adalah waktu yang saya perlukan untuk menaiki puncak pasar bubrah dalam Pendakian Gunung Merapi ini. Cukup lama karena jalur sempit, pendaki banyak, serta jalannya harus pelan dan hati-hati.


Kesabaran itu membuat kami akhirnya sampai di Puncak Gunung Merapi. Gunung paling aktif di Indonesia! Pemandangan yang ada di puncak hanyalah batu-batuan berwarna putih karena tertutup debu vulkanik dan di tebing-tebing yang di jurangnya terdapat sumber belerang. Kawah Merapi tampak mengeluarka kepulan asapnya, menggetarkan siapa pun yang melihatnya. Kami duduk-duduk di bebatuan sambil memandangi deretan awan di langit biru yang cerah. Langit yang cerah membuat Gunung Merbabu, Lawu, Sindoro-Sumbing terlihat di kejauhan. 


Anna di atas puncak Garuda sebelum erupsi 2010
Puncak Garuda Gunung Merapi terlihat menjulang menantang setiap pendaki untuk menaikinya. Puncak Garuda merupakan titik tertinggi dan simbol penaklukan merapi. Beberapa teman saya sudah antre di bawahya menunggu giliran untuk menaikinya. Saya tidak begitu antusias untuk mencobanya jadi saya hanya melihat mereka saja sambil menghisap sebatang kretek. Teman-teman yang tadi masih terlelap satu per satu mulai tampak dengan muka kegirangannya karena berhasil menaklukan Puncak Gunung Merapi ini. Saya pun begitu.

Day 2: Let's Go Home - 08 : 00


Pukul delapan pagi kami turun gunung dan mengemasi semua perlengkapan kemah. Semuanya terlihat puas. Sesampainya di basecamp, teman-teman kelihatan lebih dekat dan akrab dibandingkan waktu pertama kali. Bahkan beberapa dari mereka di kemudian hari menjadi sepasang kekasih. 

Mungkin ini salah satu alasan kenapa banyak orang suka mendaki gunung. Karena gunung itu teman, gunung itu cinta.


5 comments:

ismi.. mengatakan...

Nah ini nie..
picture nya KomPlit ..
^^
Keep Blogging sobat

AbenxRawk mengatakan...

okye..haha...sip lah yaaa

momonway mengatakan...

hah ha,, naik gunung lagi benx... ternyata postingan kmu banyak juga...sipp sipp!

amadaffa mengatakan...

ajibbbb..ada foto bendera mahamerunya juga.. kalo ga salah ini kegiatan kemangga sama mahameru yaa??

Abenx Sagara mengatakan...

@momonway hahaha, okokeoke, min, semangat!

@amadaffa iyo pak, sudah lama ni, yang agustus tanggal 1 itu lho, km juga ikut to..