Senin, 10 Agustus 2015

Kalibening, Surga Di Ujung Kota Banjarnegara


Kemarin sekitar H + 2 lebaran yaitu tanggal 10 Agustus 2013 hari sabtu saya berkunjung ke rumah saudara di Desa Pandanarum, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara. Letak desa ini kalau menurut saya bisa dikategorikan terpencil. Berada di perbukitan, di pucuk Kabupaten Banjarnegara yang beerbatasan dengan Kabupaten Pekalongan. Dari Purbalingga, saya memacu motor saya lewat rute Pengadegan - Wanadadi - Gripit - Kalibning - Pandanarum. Jalanan berkelak-kelok dan naik-turun harus saya lewati, plus kondisi jalan yang berlobang disana-sini. Hanya pengemudi yang brilliant saja yang bisa mengatasinya, seperti saya :p .

Sepanjang perjalanan kita bakal disuguhi pemandangan perbukitan yang cukup menyegarkan mata. Bukit-bukitnya masih alami, belum terjamah oleh ladang-ladang masyarakat seperti yang terjadi didaerah Dieng, Wonosobo, dimana bukit-bukit berhutan sudah ludes semua oleh ladang-ladang penduduk. Mendekati Kalibening, saya disuguhi oleh sungai-sungai berbatu yang sangat jernih dan disekelilingnya tumbuh pohon-pohon pinus, hampir mirip seperti di pegunungan Alpen namun bedanya disini tidak ada salju. Suhu disini cukup dingin, memaksa saya untuk selalu berpelukan erat dengan jaket outdoor tebal yang saya beli di awul-awul.


Sedang asik menikmati alam sambil berkendara motor tiba-tiba saya menjumpai baliho berbunyi "Pemandian Air Panas Kalianget" di sebelah gapura pintu masuk. Penasaran, saya mencoba masuk dengan membayar parkir Rp. 1000 dan tiket masuk seharga Rp. 3000. Ternyata didalam hanyalah semacam pemandian umum terbuka dengan beberapa pancuran yang mengalirkan air panas dari dalam bumi. Sederhana dan apa adanya, serta sampah dimana-mana. Niat ingin menghangatkan tubuh akhirnya saya urungkan. Kenapa? Karena pemandian tersebut sungguh kurang layak bila saya sebut sebagai pemandian. Tembok yang "cuil" disana-sini, bilik mandi yang terbuka dan tanpa penutup serta ruang ganti yang hanya terbuat dari anyaman sungguh tidak mengindahkan kata "privasi", apalagi ini soal mandi lho. Hal ini tentunya menunjukan bahwa tempat ini sangat -sangat tidak dikelola dengan serius oleh pemerintah setempat. Padahal, dilihat dari lokasinya, selain cukup strategis (terletak di jalur alternatif menuju Semarang) pemandangannya bahkan menyaingi pemandian air panas yang ada di Guci mapun Baturaden. Sayang sekali, pemerintah enggan memanfaatkan potensi luar biasa seperti ini. Yah...sekali lagi.. inilah Indonesia.

courtesy of merooms.blogspot.com , saya ga sempet ngefoto pasarnya, hehe
Tidak jauh dari lokasi pemandian (pancuran) air panas tersebut, Kecamatan Kalibening hiruk pikuk dengan pedagang-pedagang yang berserakan di pinggiran jalan. Pusat Kecamatan Kalibening ini merupakan pasar utama untuk kegiatan transaksi dari berbagai desa di perbukitan ini, jadi tidak heran jika pagi-pagi seperti ini jalanan penuh. Sambil menikmati secangkir kopi di warung pinggir jalan, mata "tajam" saya beberapa kali dicuri perhatiannya oleh beberapa gadis desa yang cantik nan terlihat innocent. Postur tubuh yang ideal, kulit putih kekukingan, pipi yang memerah (karena interaksi suhu udara dan suhu tubuh pada bagian pipi), serta rambut hitam yang terlihat memerah saat terkena cahaya matahari sungguh membuat mereka tampil anggun apa adanya. Tertawa mereka-pun lepas dan apa adanya, tidak seperti ibu-ibu pejabat yang terpaksa harus mesem atau cewek-cewek mall yang kadang ketawanya dibuat-buat. Dari sini saya berpikir dan bersabda, bahwa " Kecantikan  itu bukanlah tentang produk kosmetik mahal yang kamu gunakan atau perawatan apa yang kamu lakukan, namun kecantikan itu adalah ketika kamu tampil polos dan lugu, membiarkan alam mempercantikmu"


Menuju arah Desa Pandanarum saya kembali disuguhi pemandangan yang indah nan cantik yakni bukit-bukit hijau, kebun-kebun teh, serta bukit batu yang menjulang tinggi, saya lupa nama bukit batu tersebut (gunung jaran?). Melihat kebawah mengikuti sungai-sungai yang berkelak-kelok melewati lembah dan sawah, menembus bukit hingga ujungnya hilang terinjak kaki-kaki pegunungan.


Foto-foto lainnya:
 
Di Kalibening masih banyak burung yang terbang dengan bebasnya

Kebun bunga di jalan menuju Pandanarum

Pemandian air panas Kalianget, kurang manajemen.

Jalanan yang berkelak-kelok naik-turun

The Author, minta di fotoin orang lewat :D